Hukum Trading Forex Syariah

Hukum Trading Forex Syariah

Hukum Trading Forex Syariah – Berbekal artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa forex trading diperlukan dalam kaitannya dengan perdagangan antar negara dan sekaligus untuk menjaga kontrol mata uang suatu negara. Oleh karena itu, trading forex menempati beberapa kebutuhan.

Lebih lanjut, perlu diketahui bahwa mekanisme pelaksanaan perdagangan valas dilakukan di pasar bursa berjangka. Dalam konteks ini, peran trading membutuhkan peran pihak ketiga sebagai broker. Kontrak yang berlaku antara pedagang dan broker adalah kontrak Wakara.

Hukum Trading Forex Syariah

Broker bertindak sebagai perwakilan dan pedagang bertindak sebagai mwakkil (perwakilan). Sebagai wakil, wakil berhak menerima Ujra (upah) dari Mwakil. Besarnya ujrah ditentukan berdasarkan kesepakatan antara makelar dan pedagang, atau berdasarkan syarat-syarat yang berlaku di antara keduanya. Mengingat peran broker adalah pihak yang didelegasikan, kami ingin menjamin sifat kepercayaan dari broker.

Sifat garansi ini hanya ada jika broker berasal dari pihak yang terdaftar dan diizinkan secara resmi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, para pedagang disarankan untuk menggunakan jasa pialang resmi yang terdaftar di Bappebti (Otoritas Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) demi keamanan dana yang disimpan.

Mekanisme perdagangan forex

Pada dasarnya, semua transaksi Muamara diperbolehkan kecuali mekanisme perdagangan melarangnya. Illat yang dilarang antara lain riba, mizer (perjudian), gallers (spekulatif), curang (gabuns), dan doralers (merugikan pihak lain). Di sisi lain, beberapa jenis mekanisme perdagangan valas yang berlaku di pasar berjangka saat ini tunduk pada beberapa ketentuan:

perdagangan spot, opsi, swap, fitur, dan forward. Apakah kelima mekanisme ini teridentifikasi aman dari praktik riba, maisir, ghabn, gharar, dan dlarar? Ini adalah masalah utama yang perlu diselidiki dan diketahui semua pihak, karena perdagangan valas menargetkan pertukaran uang, yang merupakan produk riba. Ada dua catatan yang perlu diperhatikan saat memperdagangkan produk riba (dalam bentuk mata uang/valas):

(1) Wajib Fururu (tunai), Takabudoru (gotong royong) jika melibatkan pertukaran mata uang sejenis. (Transfer ke) dan Tamasul (sama jumlah), nilai dan skala), dan

(2) Wajib Fururu (tunai) dan Riba (dapat dipindahtangankan satu sama lain) jika disertai dengan pertukaran mata uang yang berbeda.

Namun peringatan penting lainnya adalah bahwa perdagangan valas dilakukan melalui sistem aplikasi. Akibatnya, keakuratan atau keterlambatan respon sistem dapat mempengaruhi status hukum transaksi valuta asing.

Perdagangan spot

Transaksi spot dicirikan oleh transaksi satu titik. Dalam transaksi satu titik ini, transaksi terjadi secara real time. Apa yang diklik sekarang, sistem perlu merespon harga sesuai dengan apa yang diklik. Misalnya, dalam transaksi IDR / USD, jika seorang trader mengklik Beli pada titik dolar yang menunjuk ke harga 14.200, sistem harus merespons pada harga 14.200. Seharusnya tidak ada penundaan dalam respons sistem.

Bagaimana jika terjadi keterlambatan respon sistem? Jika terjadi keterlambatan respon sistem dan terjadi klik pada harga di bawah harga yang ditetapkan pedagang, maka jenis transaksi ini dapat digolongkan sebagai transaksi Muna Baza (melempar kerikil).

Sifat transaksinya menjadi spekulatif (galer), dan akibatnya hukum yang mengikutinya menjadi haram. Misalnya, jika seorang pedagang mengklik harga $1 dan itu adalah 14.200, sistem akan merespons setelah 3 atau 4 detik, jadi Anda akan kehilangan harga 14.200 (misalnya harga 14.190) dan penundaan berikutnya pada jenis harga ini. Reaksi tersebut menjadi penyebab munculnya illat gharar (spekulatif). ).

Akibatnya, hukumnya mirip dengan transaksi Muna Baza, yang membuatnya haram. Jika tidak ada penundaan respon, hukum diperbolehkan tanpa kecuali karena mirip dengan transaksi tunai.

Perdagangan opsi

Opsi sering diartikan sebagai transaksi yang memilih untuk menjual atau membeli pasangan mata uang.

Sebagian besar pola transaksi untuk opsi ini ditunjukkan dengan adanya grafik sistem yang terus berjalan, tetapi pemilihan penjual dan pembeli tidak dapat dilakukan dengan mengklik langsung pada harga yang bersangkutan. Jenis transaksi ini mirip dengan bai’munabadzah atau muhaqalah sehingga cenderung haram.

Tukar transaksi, fitur dan transfer Transaksi swap,

fitur, dan forward pada dasarnya merupakan bentuk lain dari transaksi kredit, bai’bi al-ajal, dan salam. Karena produk yang diperdagangkan dalam transaksi valuta asing adalah riba, maka berlaku ketentuan sebagai berikut.

  1. Transaksi yang terjadi memungkinkan adanya kesepakatan antara harga dan barang dalam akad perakitan.
  2. Perakitan kontrak trading disini adalah perakitan yang masih dilakukan oleh trader dengan mesin trading.
  3. Jika pedagang dikenakan harga yang berlaku dari transaksi pada saat penyerahan pasangan komoditi, maka akad perdagangan jenis ini adalah haram karena adanya unsur galler (tidak jelas) dan jahara (komoditas tidak diketahui).
  4. Jika harga barang yang dibeli ditentukan pada saat harga diserahkan, akad jenis ini juga dianggap haram karena adanya illat gharar.
  5. Kesimpulan: Harga dan komoditas yang sah dan sah untuk transaksi. Sangat penting bahwa harga saat ini, bukan harga masa depan, masih dalam perakitan kontrak.

Check Also

Tips dan Amalan Cara Melunasi Hutang

Tips dan Amalan Cara Melunasi Hutang

Berniat Dengan Sungguh-sungguh   Awali dengan niat yang serius bahwa akan melunasi semua hutang, dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *